Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kejeniusan Sang Panglima Perang (Amr Bin Ash)

Kejeniusan Sang Panglima Perang (Amr Bin Ash)
Gambar - tribunnewsbogor.com




Kejeniusan Sang Panglima Perang
    (Amr Bin Ash)



Otak manusia ada batasnya dari skala 100%.

Einstein terpakai 4%, rata rata manusia kurang dari 3%. Bagaimana  dengan para Nabi terlebih otak mereka terkuras secara batin dengan berat nya ujian. Menurut ilmuwan Barat otak Nabi Musa mencapai 40%, artinya 36% melebihi Einstein.


Amr bin Ash adalah orang Arab sekaligus sahabat nabi yang paling jenius pada zaman nya yang memiliki kemampuan untuk keluar dalam situasi sulit. Namun pada awal masuk islam, Nabi Muhammad lah yang menunjuk Amr bin Ash sebagai Panglima perang.


Mengapa Nabi Muhammad menunjuk Amr bin Ash sebagai Panglima padahal masih banyak sahabat lain yang lebih dulu masuk islam dan tidak diragukan kesetiannya?

Jawabannya bisa dilihat dari hasil capaian setiap peperangan yang dipimpin Amr bin Ash.

Dalam setiap peperangan yang dipimpin Amr bin Ash pasukan kaum muslimin tidak pernah kalah dan jumlah korban jiwa dari kedua belah pihak baik pihak pasukan islam dan musuh islam sangat sedikit.


Artinya Amr bin Ash mampu meminimalisir korban jiwa berkat kejeniusan nya.

Bahkan panglima perang Romawi yang paling cerdik, jenderal Arthabun mengakui Amr bin Ash adalah orang yang paling cerdas yang pernah ia temui.


Begitu juga dengan Umar bin Khattab mengatakan bahwa Amr bin Ash adalah orang paling Jenius yang dimiliki bangsa arab.

Dan artinya Nabi Muhammad adalah manusia yang sangat Jenius karena mampu mengetahui seluk beluk Amr bin Ash dan beliau tidak salah pilih.


Jika IQ Jenius harus diatas 140+ seperti Amr bin Ash maka IQ Nabi Muhammad melampaui kategori Jenius.

Selain IQ tentu ada juga yang namanya EQ atau kecerdasan emosional, seorang pemimpin tidak akan mampu mencapai tujuan nya jika tidak memiliki kecerdasan emosi yang baik.

Amr bin Ash selain memiliki IQ yang sangat tinggi juga memiliki EQ atau kecerdasan emosi yang sangat baik.


Sebelum masuk islam pada saat Amr bin Ash dijadikan juru negosiator oleh kaum Quraisy, Amr berangkat ke Najasyi ditemani istri dan sahabat nya.


Sahabat beliau bernama Imarah bin Walid, yang dikenal sangat cabul dan seorang penggoda wanita.


Dalam perjalanan menuju negeri Habasyah dengan kapal, sahabat beliau Imarah kerap kali menggoda istri beliau dengan rayuan bahkan berkali-kali dengan colekkan, sontak hal tersebut membuat Amr merasa cemburu.


Dan akhirnya mereka berdua bertengkar dan dalam pertengkaran itu Imarah berhasil memceburkan Amr bin Ash ke laut.


Namun Amr adalah seorang perenang yang handal dan berkat bantuan penumpang lain Amr berhasil kembali naik ke atas kapal.


Namun Amr bin Ash bukanlah orang yang bertipe gegabah untuk membalaskan sakit hati nya dan Amr terus memutar otak untuk membalaskan sakit hati nya.


Bahkan Amr tetap bersikap seperti biasa nya terhadap Imarah yang sudah menggoda istri dan memceburkan diri nya.


Singkat cerita negosiasi Amr terhadap raja negeri Habasyah gagal dan ditolak, namun Amr berhasil mendapatkan parfum milik raja Habasyah yang hanya sang raja saja bisa memakai parfum itu dan jika ada orang lain memakai parfum sang raja maka hukumannya adalah dipenggal kepala.


Amr mendapatkan parfum raja Habasyah berkat kecerdasan nya dalam melobi para pendeta yang memiliki akses ke ruangan raja untuk mencuri parfum milik sang raja.


Singkat cerita, Amr bertemu dengan sahabat nya yang tadi, dan Amr menawarkan parfum kepada sahabat nya.


Dengan semangat Imarah menerima dan memakai parfum milik sang raja di seluruh tubuh nya. Namun Amr enggan memakai parfum milik sang raja karena tau akan resiko yang didapat nya.

Dan akhirnya mereka bertemu sang raja untuk berpamitan, dan raja mencium bau parfum milik nya.


Akhir nya sahabat Amr, Imarah di seret ke lapangan terbuka untuk di eksekusi mati karena telah berani memakai parfum milik sang raja.

Dan Amr bin Ash berhasil membalaskan sakit hatinya terhadap Imarah.


Kisah tadi adalah bukti bahwa Amr bin Ash memiliki EQ atau kecerdasan emosi yang sangat baik karena ia mampu menahan emosi nya untuk sementara demi sesuatu yang lebih besar.

Kecerdasan emosi juga dimiliki oleh seorang tokoh tersohor seperti Genghis Khan.


Panglima perang Genghis Khan pernah hampir dibunuh oleh musuh nya dalam suatu peperangan, namun genghis berhasil selamat berkat bantuan anak buah nya.


Dan di akhir peperangan genghis berhasil menangkap musuh nya itu,

Dan ketika orang yang hampir membunuh nya itu menawarkan diri untuk mengabdi dan setia kepada nya, genghis justru mengangkat orang itu menjadi salah satu panglima perang nya.

Hasilnya di kemudian hari orang tadi menjadi tulang punggung dalam pasukan militer genghis khan.


Sekali lagi, genghis tidak membiarkan emosinya memegang kendali, melainkan dengan pikiran jernih ia bisa melihat potensi seseorang dan mendayagunakan nya dengan baik walaupun terhadap orang yang hampir membunuh nya.

Maka tidak heran mengapa Genghis mampu menguasai dunia.


Begitu juga dengan Nabi Muhammad, beliau menjadikan Amr bin Ash sebagai Panglima perang padahal dulu nya Amr adalah orang yang paling memusuhi Nabi.

Tidak hanya Amr bin Ash, namun khalid bin walid juga beliau pilih sebagai panglima perang walaupun khalid pernah membuat pasukan islam kocar kacir di perang Uhud dan melukai wajah Nabi.


Ini adalah EQ atau kecerdasan emosi tingkat tinggi yang dimiliki Nabi Muhammad.

Tentu sangat sulit bagi seorang manusia menahan amarah nya padahal ia memiliki kesempatan dan kemampuan untuk membalaskan nya secara langsung.


Inti dari kecerdasan emosi bukanlah terletak pada ekspresinya, namun terletak pada KESADARANNYA dalam MEMILIH .

Otak melahirkan kecerdasan, dan kecerdasan terdiri dari kecerdasan intelijensia serta kecerdasan emosi yang hasilnya akan mengoptimalkan kinerja otak manusia.

IQ + EQ = Anda akan menjadi tokoh besar



Penulis : pain_idn
Editor   : Hikam Fajri
Hikam Fajri ®
Hikam Fajri ® Gue Hikam Fajri orangnye suka ngopi. Hehe... Jika ada pertanyaan, kritik, atau saran bisa langsung hubungin gue ke alamat Email [email protected]

2 komentar untuk "Kejeniusan Sang Panglima Perang (Amr Bin Ash)"

Berlangganan via Email

close
close
Getfile