Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kaidah Sabar - Ibnu Taimiyah

Gambar dari Google


Penulis          : Ibnu Taimiyah
Penerjemah : Ust. Nawi
Editor            : Hikam Fajri



Kaedah Sabar

بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم اعف واغفر.
قال الشيخ الإمام العامل شيخ الإسلام، مفتي الأنام تقي الدين أبو العباس أحمد ابن تيمية.

Dengan (menyebut) nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang
Ya Allah maafkanlah dan ampunilah.
Telah berkata syaikh imam 'amil syaikh islam mufti al anam Taqiyyuddin Abul 'Abbas Ahmad Ibnu Taimiyyah

فصل:
جعل الله - سبحانه وتعالى - عباده المؤمنين بكل منزلة خيراً منه، فهم دائماً في نعمة من ربهم، أصابهم ما يحبون، أو ما يكرهون، وجعل أقضيته وأقداره التي يقضيها لهم ويقدرها عليهم متاجر يربحون بها عليه، وطرقاً يصلون منها إليه، كما ثبت في الصحيح عن إمامهم ومتبوعهم الذين إذا دعي يوم القيامة كل أناس بإمامهم دعوا به - صلوات الله وسلامه عليه -

Pasal :
Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjadikan hamba-hambaNya yang mukmin (beriman) di setiap kedudukan itu kebaikan dariNya, mereka selamanya dalam kenikmatan dari Tuhannya, Dia timpakan kepada mereka apa yang mereka sukai atau tidak mereka sukai, dan Dia menjadikan ketetapan-ketetapanNya dan takdir-takdirNya yang Dia tetapkan kepada mereka dan Dia takdirkan atas mereka sebagai tempat berdagang yang memberi keuntungan kepadanya dengannya, dan sebagai jalan-jalan yang sampai kepadaNya dengannya, sebagaimana telah sah di kitab shahih tentang pemimpin mereka dan pengikutnya yang apabila setiap manusia (umat) dipanggil pada hari kiamat bersama pemimpinnya, mereka meminta kedatangannya shalawatullah wa salamuhu 'alaih

أنه قال: "عجباً لأمر المؤمن إن أمره كله عجب لا١يقضي الله لمؤمن قضاءً إلا كان خيراً له إن أصابته سراء شكر فكان خيراً له وإن أصابته ضراء صبر فكان خيراً له".

Bahwa beliau bersabda : "Aku takjub kepada perkara seorang mukmin, sesungguhnya perkaranya semuanya menakjubkan, Allah tidak menetapkan kepada seorang mukmin dengan satu ketetapan melainkan itu kebaikan baginya, jika kesenangan menimpanya dia bersyukur maka itu kebaikan baginya, dan jika kesulitan menimpanya dia bersabar maka itu kebaikan baginya.

فهذا الحديث يعم جميع أقضيته لعبده المؤمن وأنها خير له إذا صبر على مكروهها وشكر لمحبوبها، بل هذا داخل في مسمى الإيمان كما قال بعض السلف: "الإيمان نصفان نصف صبر ونصف شكر" لقوله تعالى: {إِنَّ فِي ذَلِكَ لآياتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ}

Hadits ini mencakup setiap ketetapan-ketetapanNya untuk hambaNya yang mukmin dan bahwa itu kebaikan baginya, jika dia sabar atas yang tidak disukai dan dia bersyukur terhadap yang disukai, bahkan ini masuk dalam yang dianamakan iman sebagaimana sebagian ulama salaf katakan : "Iman itu dibagi setengah setengah, setengahnya sabar dan setengah lagi syukur" sebab firmanNya Ta'ala :

"إِنَّ فِي ذَلِكَ لآياتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُور"

Artinya : "Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur." (Ibrahim : 5, Luqman : 31, Saba' : 19, asy Syura : 33).

وإذا اعتبر العبد الدين كله رآه يرجع بجملته إلى الصبر والشكر، وذلك لأن الصبر ثلاثة أقسام:

Dan jika seorang hamba menguji agama ini semuanya maka dia akan melihatnya itu kembali secara global kepada sabar dan syukur, dan itu lantaran bahwa sabar itu ada tiga bagian :

صبر على الطاعة حتى يفعلها، فإن العبد لا يكاد يفعل المأمور به إلا بعد صبرٍ ومصابرة ومجاهدة لعدوه الباطن والظاهر، فبحسب هذا الصبر يكون أداؤه للمأمورات وفعله للمستحبات.

Pertama : Sabar atas ketaatan sampai dia mengerjakannya, karena bahwa seorang hamba hampir tidak mengerjakan yang diperintahkan kecuali setelah bersabar, menguatkan kesabaran, dan bermujahadah terhadap musuhnya yang batin dan yang lahir, berdasarkan kesabaran ini maka dia dapat menunaikan yang diperintahkan dan memgerjakan yang disunnahkan.

النوع الثاني: صبر عن المنهي عنه حتى لا يفعله، فإن النفس ودواعيها، وتزيين الشيطان، وقرناء السوء، تأمره بالمعصية وتجرئه عليها، فبحسب قوة صبره يكون تركه لها، قال بعض السلف: أعمال البر يفعلها البر والفاجر ولا يقدر على ترك المعاصي إلا صديق.

Kedua : Sabar dari yang dilarang sampai dia tidak mengerjakannya, jika jiwa dan pendorong-pendorongnya, penghiasan setan, dan qarin-qarin jahat itu memerintahnya bermaksiat dan memberanikannya atasnya, maka berdasarkan kekuatan sabarnya dia akan meninggalkannya, sebagian ulama salaf berkata : amal-amal baik itu dapat dikerjakan oleh orang baik dan orang jahat, tapi tidak ada yang mampu meninggalkan maksiat melainkan orang-orang-orang yang shiddiq (benar/jujur).

النوع الثالث: الصبر على ما يصيبه بغير اختياره من المصائب وهي نوعان:
نوع لا اختيار للخلق فيه، كالأمراض وغيرها من المصائب السماوية، فهذه يسهل الصبر فيها، لأن العبد يشهد فيها قضاء الله وقدره، وإنه لا مدخل للناس فيها، فيصبر إما اضطرارا، وإما اختيارا، فإن فتح الله على قلبه باب الفكرة في فوائدها وما في حشوها من النعم والألطاف انتقل من الصبر عليها إلى الشكر لها والرضا بها،

Ketiga : Sabar atas apa yang menimpanya sebab tidak ada pilihan dari musibah-musibah itu, dan itu ada dua macam :

1. Tidak ada pilihan bagi makhluk padanya, seperti sakit dan lainnya dari musibah-musibah samawiyah, maka ini mudah bersabar padanya, karena bahwa seorang hamba menyaksikan padanya qadhaNya dan qadarNya, dan bahwa itu tidak tempat masuk bagi manusia padanya, maka dia akan bersabar adakalanya idhthirar (terpaksa) dan adakalanya ikhtiyar (pilihan), adapun jika Allah telah membuka pintu pikirannya atas hatinya tentang faedah-faedahnya dan apa yang ada pada sisi-sisinya berupa kenikmatan-kenikmatan dan makna yang tersembunyi maka dia akan berpindah dari sabar atasnya kepada mensyukurinya dan ridha dengannya

فانقلبت حينئذ في حقه نعمة، فلا يزال هجيرى قلبه ولسانه رب أعني على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك، وهذا يقوى ويضعف بحسب [قوة] محبة العبد لله وضعفها، بل هذا يجده أحدنا في الشاهد كما قال الشاعر يخاطب محبوبا له [ناله ببعض ما يكره] :
لئن ساءني أن نِلتِنِي بمساءة
لقد سرني أني خطرت ببالِكِ

Maka ketika itu pada dirinya menjadi berubah kepada kenikmatan, lalu perkara hatinya dan lisannya selalu "Wahai Tuhanku tolonglah aku untuk mengingatmu, bersyukur kepadamu dan bagus beribadah kepadamu", dan ini menjadi kuat dan lemah berdasarkan kekuatan cintanya seorang hamba kepada Allah dan kelemahannya, bahkan ini seorang diantara kita akan mendapatinya dalam kenyataan sebagaimana penyair katakan yang dia arahkan perkataan kepada yang dicintainya yang dia peroleh pada sebagian apa yang tidak dia sukai :
"Sungguh jika pemberianmu kepadaku dengan satu keburukan telah menyakitiku, sesungguhnya telah menggembirakanku bahwa aku telah terlintas dihatimu"

النوع الثاني : أن يحصل له بفعل الناس في ماله أو عرضه أو نفسه. فهذا النوع يصعب الصبر عليه جداً، لأن النفس تستشعر المؤذي لها، وهي تكره الغلبة، فتطلب الانتقام، فلا يصبر على هذا النوع إلا الأنبياء والصديقون،

2. Terjadi baginya sebab perbuatan orang lain pada hartanya, kehormatannya, dan jiwanya. Ini adalah macam yang sulit sekali bersabar atasnya, karena bahwa jiwa itu merasa tersakiti, dan dia tidak suka dikalahkan, lalu dia akan menuntut balas, maka tidak dapat bersabar atas macam ini selain para Nabi dan orang-orang yang shiddiq.

وكان نبينا صلى الله عليه وسلم إذا أوذي يقول: يرحم الله موسى لقد أوذي بأكثر من هذا فصبر وأخبر عن نبي من الأنبياء أنه ضربه قومه فجعل يقول: "اللهم اغفر لقومي فإنهم لا يعلمون" وقد روي عنه صلى الله عليه وسلم أنه جرى له هذا مع قومه [فجعل يقول مثل ذلك]،

Dan adalah Nabi kita shallallahu 'alaihi wa sallam jika disakiti beliau bersabda : Semoga Allah merahmati Musa, sesungguhnya dia telah disakiti lebih banyak daripada ini lalu dia telah bersabar dan beliau mengabarkan tentang seorang Nabi dari para Nabi bahwa kaumnya telah memukulnya lalu dia mulai mendoakan : "Ya Allah ampunilah kaumku karena sesungguhnya mereka belum mengetahui", sungguh telah diriwayatkan darinya shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa ini telah berlaku baginya bersama kaumnya lalu dia mulai membaca seperti itu

فجمع في هذا ثلاثة أمور: العفو عنهم، والاستغفار لهم، والاعتذار عنهم بأنهم لا يعلمون، وهذا النوع من الصبر عاقبته النصر والعز والسرور والأمن والقوة في ذات الله، وزيادة محبة الله ومحبة الناس له وزيادة العلم،

Maka terkumpul terhadap ini yaitu tiga perkara : memaafkan mereka, mohonkan ampunan untuk mereka, dan mengemukakan alasan terhadap mereka bahwa mereka belum mengetahui, dan ini macam ini termasuk kesabaran yang akibatnya adalah pertolongan, kemuliaan, kebahagiaan, ketentraman, dan kekuatan di dalam Dzat Allah, dan bertambah mencintai Allah dan mencintai manusia baginya, dan bertambah ilmu,

ولهذا قال الله تعالى: {وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآياتِنَا يُوقِنُونَ} فبالصبر واليقين تنال الإمامة في الدين، فإذا انضاف إلى هذا الصبر قوة اليقين والإيمان ترقى العبد في درجات السعادة بفضل الله، وذلك فضل الله يؤتيه من يشاء والله ذو الفضل العظيم.

Oleh sebab itu Allah Ta'ala berfirman :
Artinya : "Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami selama mereka sabar. Mereka meyakini ayat-ayat Kami." (As Sajdah : 24), maka dengan kesabaran dan keyakinan akan memperoleh kepemimpinan di dalam agama, lalu jika bersandar kepada kesabaran ini yaitu kekuatan yakin dan iman maka seorang hamba akan naik ke derajat kebahagiaan dengan karunia Allah, dan itu adalah karunia Allah yang Dia berikan kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah memiliki karunia yang besar.

ولهذا قال الله تعالى: {ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ وَمَا يُلَقَّاهَا} يعني: الأعمال الصالحة مثل العفو والصفح {إِلاَّ الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلاَّ ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ} نصيب وافر وهي الجنة.

Oleh sebab ini Allah Ta'ala berfirman :
Artinya : "Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia. Dan (sifat-sifat yang baik itu) tidak akan dianugerahkan" yakni amal-amal shalih seperti memaafkan "kecuali kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar." yakni surga(Fushshilat 34, 35).

ويعين العبد على هذا الصبر عدة أشياء:
الوجه الأول
...
أحدها: أن يشهد أن الله - سبحانه وتعالى - خالق أفعال العباد حركاتهم وسكناتهم وإراداتهم، فما شاء الله كان، وما لم يشأ لم يكن، فلا يتحرك في العالم العلوي والسفلي ذرة إلا بإذنه، ومشيئته والعباد آلة، فانظر إلى الذي سلطهم عليك، ولا تنظر إلى فعلهم بك، تستريح من الهم والغم والحزن.

Dan akan menolong seorang hamba atas kesabaran ini sejumlah perkara-perkara :

Pertama : Hendaknya seseorang menyaksikan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala yang menciptakan perbuatan-perbuatan hamba yaitu gerakannya, diamnya, dan keinginannya, dan apa saja yang Allah kehendaki pasti terjadi, dan apa saja yang Dia tidak kehendaki pasti tidak terjadi, karena itu tidak ada yang bergerak di alam yang di atas dan di yang di bawah seberat biji sawi pun melainkan dengan ijinNya dan kehendakNya, sedangkan hamba adalah alat, karena itu perhatikanlah Dia yang telah menguasakan mereka atasmu, dan janganlah perhatikan perbuatan mereka terhadapmu, maka kamu akan memperoleh kelegaan dari kecemasan, kesusahan, dan kesedihan.
Pages:  1 2 3
 
Hikam Fajri ®
Hikam Fajri ® Gue Hikam Fajri orangnye suka ngopi. Hehe... Jika ada pertanyaan, kritik, atau saran bisa langsung hubungin gue ke alamat Email [email protected]

Posting Komentar untuk "Kaidah Sabar - Ibnu Taimiyah"

Berlangganan via Email

close
close
Getfile