Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Abu Hurairah

Abu Hurairah



Terjemahan dari kitab Ashhabu ar-Rasul
Penulis : Syaikh Mahmud Al-Mishri
Editor   : Hikam Fajri

BAGIAN 1


Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu

"Ya Allah, sesungguhnya aku suka berjumpa dengan-Mu, maka sukailah pertemuan dengan ku,"
(Abu Hurairah r.a)


Bila ingin berbicara tentang sahabat yang mulia ini, maka saya mengetengahkan kisahnya kepada saudara-saudara dan saudari-saudariku, agar dapat membangkitkan harapan dihati mereka, supaya mereka semua tahu, bahwa yang menjadi tolok ukur bukanlah 'siapa yang lebih dulu', tapi siapa yang berbuat semata-mata ikhlas hanya karena Allah ﷻ.

Betapa banyak orang yang lama masa (hidup)nya namun sedikit perbekalannya, dan betapa banyak pula orang yang pendek masa hidupnya namun banyak perbekalannya.



Terkadang ada orang yang hidup beberapa hari, namun dapat menyumbangkan kebaikan yang melimpah kepada Islam dan ummatnya. Namun terkadang pula ada orang yang hidup sekian lama, namun yang di pentingkannya hanya nafsu perut dan kemaluannya saja.

Kelompok ini terkadang hidup bahagia sesaat, namun hidup sebagai orang rendahan, dan mati pun sama sebagai orang rendahan.

Sedangkan orang yang hidup untuk agamanya dan mengetahui perannya dalam mengabdi kepada agama ini, maka bisa jadi ia kelelahan dalam menjalani peran ini dan risalah itu, namun ia hidup sebagai orang besar dan mati pun sebagai orang besar.

Tibalah saatnya kita berjumpa dengan seorang laki-laki agung yang sejak detik-detik awal keislamannya mampu mengetahui dan mendefinisikan perannya dalam mengabdi kepada agama ini.

Siapakah dia? Dia tak lain adalah seorang imam, ahli fiqih, mujtahid dan hafizh. Dia adalah sahabat Rasulullah ﷺ, Abu Hurairah ad-Dausi al-Yamani radhiyallahu anhu, penghulu para hafizh yang amat terpercaya.

Ia terlambat masuk Islam, dan ikut serta dalam perang Khaibar. Di masa jahiliyah, ia dipanggil 'Abd Syams, lalu Rasulullah ﷺ menamainya 'Abdullah dan memberinya Kun-yah (panggilan) "Abu Hirr".

Dari Muhammad bin Qais, ia berkata, "Abu Hurairah pernah berkata, 'Janganlah kamu memanggilku Abu Hurairah, sebab Rasulullah ﷺ memanggilku Abu Hirr. Beliau berkata, 'Duhai engkau, wahai Abu Hirr'. Yang jantan lebih baik dari betina".

Perihal penyebab ia di beri Kun-yah Abu Hurairah adalah sebagaimana riwayat dari 'Abdullah bin Rafi', ia berkata, 'Aku berkata kepada Abu Hurairah, 'Kenapa mereka memanggilmu Abu Hurairah?' ia menjawab, 'Tidakkah engkau takut kepadaku?' Aku menjawab, "Tentu, sesungguhnya aku segan terhadapmu'. Ia berkata, 'Dulu aku pernah menggembala kambing keluargaku. Ketika itu aku punya seekor kucing betina kecil (Hurairah), dimana aku selalu bermain dengannya, maka mereka memanggilku dengannya (Abu Hurairah)".

MENYERTAI RASULULLAH ﷺ DAN PERJALANAN DALAM MENUNTUT ILMU

Sejak detik-detik pertama Abu Hurairah r.a masuk Islam dan iman menyusup ke relung-relung hatinya, ia merasakan suatu keharusan untuk menjadi bagian dari orang-orang yang mengemban misi Islam dan menyampaikan risalahnya kepada seluruh alam semesta.

Tatkala datang kepada Rasulullah ﷺ, ia senantiasa menyertai beliau ﷺ seperti sebuah bayangan dan bendanya. Ia kemudian menimba dari Nabi ﷺ ilmu yang banyak, baik dan diberkahi.

Abu Hurairah berkonsentrasi penuh untuk mengabdi kepada Nabi ﷺ dan mendampinginya. Ia tinggal di masjid Rasulullah ﷺ, tidak pernah sama sekali berpisah dengannya. Sebab ia tidak memiliki bisnis yang digeluti maupun sebidang tanah untuk dikelola. Ia selalu berkata tentang dirinya, "Aku tumbuh sebagai seorang anak yatim, dan hijrah sebagai orang yang miskin".

YANG MENJADI TOLOK UKUR BUKAN SIAPA YANG LEBIH DULU TAPI...

Sekalipun Hanya empat tahun mendampingi Nabi ﷺ, namun ia telah menjadi salah seorang sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits Rasulullah ﷺ. Bahkan hingga banyak sekali para sahabat dan Tabi'in yang meriwayatkan hadits darinya. Konon, para sahabat itu [murid atau teman yang mengambil riwayat darinya] jumlahnya mencapai delapan ratusan orang.

Dari Wahb bin Munabbih, dari saudaranya, ia berkata, "Aku mendengar Abu Hurairah r.a berkata, 'Tidak ada seorang pun dari para sahabat Nabi ﷺ yang lebih banyak meriwayatkan hadits Nabi ﷺ dariku selain 'Abdullah bin 'Amr (bin al-Ash) r.a, sebab ia bisa menulis, sedangkan aku tidak bisa menulis".


Wahai saudaraku tercinta ! Di zaman kita saat ini, hampir tidak kita temukan seorang khatib, penceramah, maupun dosen yang menyebutkan hadits dari Rasulullah ﷺ melainkan kita mendengar nama Abu Hurairah r.a disebut. Dia lah yang telah meriwayatkan kepada ummat ilmu yang banyak ini, dimana kelak di hari kiamat akan menjadi timbangan kebaikan-kebaikannya ketika harta dan anak tidak lagi bermanfaat, kecuali orang yang datang kepada Allah ﷻ dengan hati yang bersih.


ILMU TIDAK MEMBERIMU SEBAGIANNYA, HINGGA KAMU MEMBERINYA SELURUH DIRIMU

Abu Hurairah r.a sangat mengetahui bahwa ilmu tidak akan dapat diperoleh melainkan oleh orang yang mengerahkan segenap waktu, jiwa dan hartanya, serta ikhlas dalam mencarinya dan mengajarkannya kepada orang-orang disekitarnya.
Dan demi meraih hal itu, Abu Hurairah r.a rela menderita hidup miskin dan menanggung rasa lapar. Itu semua dilakukannya dalam rangka mencurahkan seluruh waktunya untuk menuntut ilmu dan mendampingi al-Habib ﷺ.

Diriwayatkan dari Abdurrahman bin 'Ubaid, dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, "Dulu aku biasa mengikuti seseorang untuk menanyakan kepadanya sebuah ayat dalam Kitabullah. Padahal, sungguh aku lebih mengetahui mengenai ayat itu daripadanya juga segenap keluarga besarnya. Aku mengikutinya semata agar ia memberikan kepadaku segenggam kurma, atau secuil adonan gandum atau tepung untuk menghilangkan rasa laparku.

Pernah suatu malam, aku berjalan bersama 'Umar bin al-Khaththab r.a sambil menceritakan hadits kepadanya hingga ia tiba di pintunya, lalu menyandarkan punggungnya ke pintu, ia menghadap kepadaku dengan sepenuh wajahnya. Begitu selesai menceritakan sebuah hadits, aku menceritakan kepadanya hadits yang lain, hingga bila aku tidak melihat sesuatu (tanda-tanda ia akan memberiku makanan), maka aku pun pergi. Lalu tak lama setelah itu, ia menemuiku seraya berkata, 'Wahai Abu Hurairah, andai kata ketika itu di rumah memang ada sesuatu [makanan], sudah pasti kami telah menghidangkannya padamu'."

Diriwayatkan dari Abu Rafi' bahwasanya Abu Hurairah r.a berkata, "Tidak ada seorang pun yang memberikan hadiah kepadaku melainkan aku menerimanya. Namun untuk meminta-minta, maka aku tidak akan melakukannya."

Diriwayatkan dari Muhammad, ia berkata, "Kami berada disisi Abu Hurairah r.a, lalu ia mengeluarkan ingus, kemudian mengelapnya dengan selendangnya seraya berkata, "Segala puji bagi Allah Yang membuat Abu Hurairah dapat mengeluarkan ingusnya di dalam Kattan (sejenis pakaian yang tidak begitu dingin, tidak panas, tidak kering, tidak menempel di badan dan tidak pula berkutu) ini. Sungguh aku telah melihat diriku tergeletak di antara rumah 'Aisyah dan mimbar Rasulullah dalam keadaan pingsan karena kelaparan. Lalu seseorang melintas, kemudian ia duduk di atas dadaku. Maka aku mengangkat kepalaku seraya berkata, 'Ini tidak seperti yang kamu lihat. Sesungguhnya [aku tergeletak seperti] ini karena rasa lapar."

Imam adz-Dzahabi berkata, "Menurutku, 'Orang yang melihat nya itu mengiranya kesurupan, sehingga ia duduk di atasnya untuk me-ruqyah-nya atau semisalnya."

Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, "Demi Allah, aku pernah menempelkan perutku ke tanah karena menahan rasa lapar. Dan sungguh, aku pernah mengikat batu pada perutku juga karena rasa lapar. Aku duduk-duduk di jalan mereka, lalu Abu Bakar lewat di depanku, maka aku bertanya kepadanya tentang satu ayat di dalam Kitabullah aku bertanya kepadanya agar ia menyuruhku mengikutinya, ternyata ia berlalu dan tidak melakukannya [tidak mengajakku ke rumahnya]. Setelah itu, melintaslah 'Umar (demikian juga ia bersikap), hingga melintaslah Rasulullah ﷺ. Beliau mengetahui aku tengah kelaparan dari wajahku. Maka beliau ﷺ berkata, 'Ini Abu Hurairah?" Aku menjawab, 'Benar, wahai Rasulullah.' Lalu aku masuk ke rumah bersamanya. Di dalam rumah, beliau menemukan susu di dalam wadah. Maka beliau berkata, Dari mana kamu mendapatkan ini? Lalu ada yang mengatakan, 'Si fulan yang mengantarkannya untukmu. Lalu beliau berkata, Wahai Abu Hurairah, pergilah menemui Ahli ash-Shuffah, lalu panggil mereka kemari.!"'-Ahli ash-Shuffah adalah sekumpulan orang yang menjadi tamu-tamu Islam, mereka tidak memiliki keluarga maupun harta. Bila ada sedekah diterima Rasulullah ﷺ, maka beliau mengirimkannya kepada mereka. Beliau tidak mengambilnya sedikit pun. Tapi bila ada hadiah, maka barulah beliau mengambilnya, dan mengikut sertakan mereka ambil bagian. Perintah beliau kepadaku untuk memanggil mereka tidak menyenangkan diriku, lalu aku berkata, 'Aku berharap mendapatkan satu teguk minuman dari susu ini hingga dapat menguatkan tenagaku. Tapi apa artınya susu [yang sedikit] ini bagi Ahli ash-Shuffah.!'.

Tetapi bagaimana pun, tidak ada pilihan dalam ketaatan kepada Allah dan ketaatan kepada Rasul-Nya. Karenanya, aku mendatangi mereka, lalu mereka pun datang memenuhi undangan Rasulullah ﷺ. Tatkala mereka duduk, beliau berkata, 'Ambillah wahai Abu Hurairah. Berikanlah kepada mereka!' Lalu aku mulai memberikan kepada satu orang dulu, lalu ia minum hingga kenyang, hingga aku datangi mereka semua. Setelah itu, aku menyerahkannya kepada Rasulullah ﷺ. Beliau mengangkat kepalanya kepadaku dengan tersenyum seraya .berkata, 'Tinggal aku dan kamu'. Lalu aku berkata, Engkau benar, wahai Rasulullah.' Beliau berkata, 'Minumlah. Lalu aku minum. Lalu beliau berkata lagi, 'Minumlah. Maka aku meminumnya lagi, dan beliau terus mengatakan demikian hingga aku berkata, Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran. Aku tidak mememukan lagi ruang baginya.' Lalu beliau mengambilnya dan meminum sisanya."

NABI ﷺ BERSAKSI ATAS KESERIUSANNYA MENUNTUT DALAM ILMU

Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, "Ada yang berkata, 'Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling bahagia yang kelak akan mendapatkan syafaatmu dihari Kiamat ?' Rasulullah ﷺ bersabda, 'Aku sudah mengira, wahai Abu Hurairah bahwa tidak akan ada seorang pun yang lebih dulu daripadamu menanyakan tentang hadits ini, karena aku melihat keseriusanmu meriwayatkan hadits. Manusia paling bahagia kelak dihari Kiamat adalah orang yang mengucapkan, 'La Ilaha Illallah, dengan tulus ikhlas dari hati atau jiwanya".


IA TIDAK LUPA SATU HADITS PUN YANG TELAH DIHAFALNYA BERKAT DO'A NABI ﷺ UNTUKNYA

 Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, "Aku berkata, 'Wahai Rasulullah, aku mendengar banyak hadits darimu yang aku lupa'. Beliau berkata, 'Bentangkanlah selendangmu!' Ia berkata, 'Lalu beliau seakan menciduk sesuatu dengan kedua tangannya, kemudian berkata, 'Dekaplah', maka aku pun mendekapnya. Sejak saat itu aku tidak pernah lupa lagi sesuatu pun setelahnya"

Dan dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidaklah engkau meminta kepadaku sebagian dari harta-harta rampasan ini sebagaimana yang diminta oleh sahabat-sahabatmu?" Aku berkata, "Aku meminta kepadamu agar mengajariku tentang apa yang telah diajarkan Allah ﷻ kepadamu". "Lalu beliau melepaskan kain yang bergaris hitam putih yang ada dipunggungku, kemudian membentangnya antara dirinya dan aku, hingga seakan-akan aku melihat semut merayap diatasnya, lalu beliau menyampaikan hadits kepadaku, hingga aku memahami apa yang beliau sampaikan. Beliau berkata, "Kumpulkanlah ia, lalu dekaplah ke tubuhmu, 'Maka aku pun tidak pernah menggugurkan (melupakan) satu huruf pun dari apa yang beliau ceritakan kepadaku".

Demikianlah, Abu Hurairah benar-benar membaktikan jiwa dan ingatannya yang kuat menghafal hadits-hadits al-Habib ﷺ. Tatkala Nabi ﷺ wafat, Abu Hurairah r.a meriwayatkan hadits beliau ﷺ dan menyampaikannya dalam jumlah yang banyak, hingga membuat sebagian sahabat yang lain terkagum-kagum atas banyaknya hadits yang diriwayatkannya, sekalipun ia hanya empat tahun mendampingi Nabi ﷺ. Karena itu, Abu Hurairah ingin berterus terang mengenai sebab ia mendapatkan harta berharga yang dikaruniakan Allah ﷻ kepadanya itu.

  

Bagian :  1  2  3
Hikam Fajri ®
Hikam Fajri ® Gue Hikam Fajri orangnye suka ngopi. Hehe... Jika ada pertanyaan, kritik, atau saran bisa langsung hubungin gue ke alamat Email [email protected]

Posting Komentar untuk "Abu Hurairah"



Berlangganan via Email

close
close
Getfile