Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerpen : Nostalgia

Gambar dari Pixabay


Penulis : Hikam Fajri


Sekian lama meniti karir membuat rindu dimasa silam kembali hadir dalam lamunan, aku (sebagai Aji : nama panggilan) duduk termenung tepat didepan pintu kamar ditemani sebungkus rokok dan segelas kopi dicampur sedikit susu bubuk agar tidak terlalu pahit, itulah selera kopi ku. Aku mulai membuka memori masa lalu dimana teman-teman ku selalu berbuat konyol kadang membuat jengkel, tapi mengasyikan. Kebetulan memori yang terbuka tentang salah satu teman ku.

Waktu itu teman ku yang bernama Fauzy biasa dipanggil 4G (Fouji) mengajakku keluar untuk menemaninya mengurus balik nama motor Om nya yang baru beli second beberapa minggu sebelumnya dengan mengendarai motor Scoopy legend bekas di karantina (baca : jarang dipake, jarang diservice). Pembicaraan dari handphone ;

"Ji, temenin gue lah ngurus balik nama motor Om gue", kata Fauzy.

"Ah, males gak ada dokunye", jawabku.

"Sialan lu, otak lu duit mulu. Tenang, buat kemek (makan) ama sebats (rokok) doang mah gue tanggung", sambungnya.

Dan kebetulan ketika itu aku sedang tidak ada uang dan masih menjadi pengangguran.

"Oke deh, tapi lu jemput gue dirumah", kata ku.

"Iye, bawel", jawabnya sedikit ketus (biasa).

Beberapa menit kemudian dia sampai diparkiran sekitar rumahku, kebetulan rumahku di rusun, orang bilang miniatur apartemen. Dia menelpon ku lagi.

"Woy, turun lu, gue udeh dibawah", katanya dengan nada tinggi yang sudah menjadi tabiat mulut selokan.

"Iye sabar, tungguin bentar nape baru juga nyampe lu langsung ngegas aje, sue", jawabku sedikit jengkel.

Aku langsung bergegas turun ke parkiran dari lantai rumahku yang berada dilantai empat. Singkat cerita kami berdua langsung berangkat ke SAMSAT untuk mengurus berkas-berkas motor Om teman ku ini.

Dalam perjalanan kami biasa ngobrol ngalor-ngidul yang tidak jelas pembahasannya untuk mencairkan suasana agar tidak terlalu kaku seperti kanebo kering.

Sesampainya di SAMSAT kami melakukan registrasi untuk menunggu panggilan. Sambil menunggu panggilan Fauzy mengeluarkan bungkus rokok yang hanya berisi tiga batang, dan biasanya dia tidak punya korek, entah males beli atau memang tidak mau rugi mengeluarkan uang untuk beli korek.

"Korek dong !", katanya sambil menggigit rokok Filter di mulutnya.

"Jual tuh rokok buat beli korek", jawabku sambil tertawa.

Waktu terus berjalan, namun nama panggilan dihentikan karena jam waktu istirahat, kami pun keluar mencari makan.  Di sebuah WARTEG (Warung Tegal) kami mengisi perut yang sedari tadi sudah keroncongan. Selesai makan kami kembali ke kantor SAMSAT untuk melanjutkan antrean.

Atas nama Om teman ku dipanggil, giliran dia masuk untuk menyelesaikan administrasi, namin terjadi kendala uang yang dititipkan Om teman ku ternyata kurang. Fauzy pun menelpon Om nya untuk mengirimkan sisa uangnya lewat rekening.

"Om, uangnya kurang bisa kirimin gak?", tanya teman ku dengan wajah yang kusut, karena kelelahan mengantri seharian.

Dalam pembicaraan melalui handphone aku mendengar suara Om nya.

"ya uadah Om kirim lewat rekening ya", jawab Om teman ku.

"iya, Om", sambung Fauzy.

Tidak lama kemudian uangnya telah di transfer, dan Fauzy mencari mesin ATM terdekat bersamaku. Setelah itu kami kembali ke kantor SAMSAT untuk membayar kekurangan administrasi tadi. Entah mengapa ada saja kendala yang membuat kami jengkel, ternyata kartu ATM teman ku tertinggal di mesin ATM, kami pun mencoba kembali kesana, tapi tidak disangka kartunya telah hilang.

"Sialan, kartunye hilang, cuk. Udeh balik aje lah, kalo begini berarti gue udeh capek gak konsen", keluhan Fauzy.

"Ya udeh balik, gue juga udeh capek. Besok lagi aje ngurusnye", kata ku sedikit letih.

Kami pun akhirnya pulang tanpa memperoleh hasil yang memuaskan. Di sepanjang perjalanan Fauzy dan aku ngedumel tanpa kepastian.

Itu lah sedikit cerita dari sebagian masa lalu ku yang menjengkelkan. Sesuatu yang menjengkelkan biasanya sulit untuk dilupakan dan akan menjadi bagian nostalgia dimasa yang akan datang.

 Selesai...


Note :
Cerita ini hanya fiktif/fiksi belaka, jika ada kesamaan tempat, tokoh, atau kejadian tidak ada unsur kesengajaan.

Terima kasih telah menyempatkan waktu untuk membaca cerpen yang sangat singkat ini. 
Hikam Fajri ®
Hikam Fajri ® Gue Hikam Fajri orangnye suka ngopi. Hehe... Jika ada pertanyaan, kritik, atau saran bisa langsung hubungin gue ke alamat Email [email protected]

Posting Komentar untuk "Cerpen : Nostalgia"

Berlangganan via Email

close
close
Getfile