Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jiwa Itu Butuh Renungan

Jiwa itu butuh renungan
Gambar dari Pixabay


Penulis : Hikam Fajri


Dikala malam semakin dingin menghembuskan hawanya, perhatikanlah seekor semut yang berjalan seperti halnya orang yang kebingungan. Andai sangkakala ditiupkan pastilah mengacaukan pendengaran, pikiran serta peradaban, maka renungkanlah ketika Allah berfirman ;

"Tidaklah yang mereka tunggu melainkan hanya satu teriakan yang tidak ada baginya saat berselang." (QS. Shaad : 15). 

"Gunung-gunung bergerak, memuntahkan isinya, dan beterbangan seperti awan. (Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncang alam. Tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan." (QS. an-Nazi'at : 6-7).

Insan Yang Penuh Dengan Kelemahan

Setiap insan pastinya mempunyai kelemahan. Ujian akan terus diulang, cobaan akan silih berganti demi memperkuat keimanan. Ketika menghadapi hal demikian, cobalah bertahan.

Ada sebuah pernyataan yang sumbernya belum bisa disebutkan, "Kenalilah kelemahnmu, engkau akan mengetahui keagungan Tuhanmu", duhai jiwa yang memikirkan ! Betapa angkuhnya diri ini dengan kesombongan.

Kedengkian hati adalah pintu setan untuk melemahkan orang-orang beriman. Berapa banyak dosa yang telah kita kumpulkan? Semuanya sudah tercatat bagaikan buku tabungan, dan pasti akan menerima balasan.

Wahai jiwa-jiwa yang tenang ! Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan tentang memaknai kehidupan, coba rasakan, pikirkan, dan renungkan agar tidak terjerumus kedalam jurang kenestapaan.

Kasih dan cinta akan dimiliki oleh orang yang penuh dengan ketenangan dalam menghadapi penderitaan. Semoga kita selalu menyadari kelemahan sebagai insan yang berpijak di tanah yang penuh dengan kelembaban.
Hikam Fajri ®
Hikam Fajri ® Gue Hikam Fajri orangnye suka ngopi. Hehe... Jika ada pertanyaan, kritik, atau saran bisa langsung hubungin gue ke alamat Email [email protected]

Posting Komentar untuk "Jiwa Itu Butuh Renungan"

Berlangganan via Email

close
close
Getfile