Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teori Dan Praktek, Sama Kah ?

Gambar dari Pixabay


Penulis : Hikam Fajri


Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah Tuhan semesta alam, sehingga sampai saat ini saya masih diberikan pikiran dan waktu luang untuk menulis. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang keterkaitan teori dengan praktek. Semoga tulisan ini berkenan dihati para pembaca.

Di setiap aspek kehidupan pastilah mempunyai waktu dan tempat yang telah dibagi sesuai porsinya masing-masing. Sebagaimana teori dan praktek.

Praktek pada dasarnya adalah hasil dari sebuah teori, yang tidak bisa dipisahkan antara keduanya, namun demikian banyak orang yang beranggapan bahwa teori berbeda dengan praktek. Orang yang beranggapan seperti ini mungkin tidak menyadari sebuah adagium yang sering mereka ucapkan disetiap perbincangan, baik itu dalam forum, tongkrongan, berbicara empat mata, atau membuat status di media sosial sekali pun, "Usaha tidak pernah mengkhianati hasil".

Lantas bagaimana dengan statement, "praktek itu berbeda dengan teori", "teori tidak sesulit praktek" ?. Bagi saya ini sangat kontroversial dalam teori kenyataan. Perlu dipahami dari sebuah teori yang pernah kita ketahui, "Usaha tidak pernah mengkhianati hasil", itu poin pertama. Bahwa, praktek tidak pernah bersebrangan dengan teori begitu pun sebaliknya.

Al-Qur'an adalah kumpulan teori dalam menjalani kehidupan, siapa saja yang mempraktekan isi dari teori (baca: Al-Qur'an) itu maka akan selamat dunia dan akhirat. Orang yang menganggap praktek berbeda dengan teori berarti belum memahami teori itu sendiri, dan jika ada hasil yang tidak sesuai dengan usahanya berati yang salah bukan hasilnya, tapi usahanya.

Praktek tanpa teori akan terombang-ambing seperti buih dilautan tidak tahu konsep atau arah tujuannya mau kemana. Sedangkan teori tanpa praktek seperti arsip dokumen yang tersimpan rapih didalam lemari yang terkunci, sehingga tidak dapat diketahui untuk apa manfaatnya.

Jadi, teori dan praktek merupakan suatu kombinasi yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Keduanya berbeda, tapi mempunyai kesamaan yang kental tidak bisa disamarkan. Setiap orang mempunyai porsi makan yang berbeda, tapi anjuran (teori)nya sama 3× sehari begitu idealnya. Orang yang paham dengan teori dia akan mudah mempraktekan. Para ilmuan itu penuh dengan teori sebelum meneliti. Tidak ada praktek yang susah jika sudah memahami teori seutuhnya.

Sekiranya itu saja yang bisa saya tuliskan, semoga bisa menambah wawasan, dan jika ada kritikan atau pun masukan silahkan tulis di kolom komentar dengan sopan. Terima kasih.

Wassalam...
Hikam Fajri ®
Hikam Fajri ® Gue Hikam Fajri orangnye suka ngopi. Hehe... Jika ada pertanyaan, kritik, atau saran bisa langsung hubungin gue ke alamat Email [email protected]

Posting Komentar untuk "Teori Dan Praktek, Sama Kah ?"

Berlangganan via Email

close
close
Getfile