Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan Bangga Jadi Jomblo

Gambar dari Pixabay

Penulis : Hikam Fajri 


Apa sih yang dimaksud dengan jomblo ? Banyak orang yang mengartikan bahwa "Jomblo" adalah dimana seseorang tidak mempunyai pasangan dalam hidupnya. Lantas apakah jomblo itu suatu aib yang harus dihindari ? Dianggap aib ataupun tidak itu tergantung dari persepsi setiap orang, namun disini saya akan berpendapat "jangan pernah bangga menjadi jomblo" walaupun saya sendiri masih jomblo ketika menulis artikel ini, dan semoga saja untuk ke depannya cepat mendapatkan istri yang sholehah. Hehehe... Aamiin.

PENTINGNYA PASANGAN HIDUP
  
Berbicara tentang kejombloan atau bisa dibilang sedang mencoba menikmati dalam kesendirian, berarti berbicara tentang pasangan hidup. "Seberapa pentingnya sih pasangan hidup itu ?" Maka akan muncul pertanyaan tersebut dengan sendirinya. Pasangan hidup itu sangat penting untuk menjalani kehidupan ini, dilansir dari beberapa ayat Al-Qur'an diantaranya surah Yasin ayat 36 dan Ar-Rum ayat 21 ;

سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ

"Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui". (QS. Yasin : 36).


وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ


"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir". (QS. Ar-Rum : 21).

Saking pentingnya berpesangan atau menikah banyak ayat Al-Qur'an yang menyinggung masalah ini. Sayangnya, tidak sedikit orang yang bangga atau merasa nyaman dengan kesendirian (jomblo) menggunakan berbagai alasan. Perlu diketahui, bahwa alasan yang tidak didasari dengan ilmu agama adalah kemunafikan yang nyata. Bagaimana mungkin seseorang bisa nyaman dan bahagia kalau menghilangkan salah satu fitrahnya sebagai manusia, yaitu berpasangan ?.

Oh, ternyata ada orang berpendapat bahwa ada tokoh ulama besar yang tidak menikah sepanjang hayatnya seperti Imam an-Nawawi dan Ibn al-Jawzi. Yang perlu diluruskan disini bahwa mereka tidak menikah bukan untuk mengingkari sunnah Rasulullah SAW, tapi mereka mempunyai pertimbangan yang sama-sama berat, antara pilih menikah atau membujang untuk bakti terhadap kebaikan ilmu dan mereka tidak bangga dengan membujang seperti saudara-saudari kita yang ber-statement "Gue bisa hidup bahagia walaupun sendiri".

Dalam hadits di sebutkan dari jalan Abdullah Bin Mas'ud r.a ;

عَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ لَنَا رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( يَا مَعْشَرَ اَلشَّبَابِ ! مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ اَلْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ , فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ , وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ , وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ ; فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
 
"Dari Abdullah Ibnu Mas'ud Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda pada kami: "Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia nikah, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu." (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Secara garis besar menjalani hidup tanpa pasangan seperti mengayuh sepeda tanpa pedal, membangun rumah tanpa modal, masuk akal ? Tidak. Dengan berpasangan kita juga akan mendapatkan keutamaan-keutamaannya. Sampai sini saya kira sudah paham tentang pentingnya berpasangan atau menikah.

SYAIR PENUTUP

Sebagai penutup ijinkan saya memberikan sebait-dua bait syair tentang Jomblo. Hehehe...

Menyendiri untuk merenungi itu perlu, tapi dikala sendiri menjadi kebiasaan, siap-siap mendapat kebahagiaan yang semu dan rasa nyaman yang keliru

Menikahlah jika sudah merasa mampu, mampu bukan tentang berapa banyak uang disaku, tapi tentang mau atau tidak mau. Selamat menempuh jalan hidup baru untukmu yang telah membuka lembaran baru

Mungkin itu saja yang bisa saya tulis pada artikel kali ini. Sekian dan terima kasih. Wassalam..
Hikam Fajri ®
Hikam Fajri ® Gue Hikam Fajri orangnye suka ngopi. Hehe... Jika ada pertanyaan, kritik, atau saran bisa langsung hubungin gue ke alamat Email [email protected]

1 komentar untuk "Jangan Bangga Jadi Jomblo"

  1. Terima kasih artikelnya, sungguh bermanfaat dalam sudut pandang yang sebenar-benarnya.

    Oiya, saya masih tetap bangga menjadi jomblo. Dalam artian saya bangga untuk tidak memilih jalur berpacaran (konon katanya ini disebut punya pasangan).

    Say lebih baik jomblo ketimbang pacaran. Tapi, saya memilih menikah ketimbang jomblo seumur hidup😅

    BalasHapus

Berlangganan via Email

close
close
Getfile