Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sajak : Kedamaian

Gambar dari Pixabay


Penulis : Hikam Fajri


Kedamaian mungkin hanya sebatas harapan, sulit untuk menjelma jadi kenyataan
Kriminalitas, egois, anarkis, bahkan teroris menjadi satu perpaduan meracuni kedamaian.

Detik waktu yang lugu meradang seraya bertanya kepada hakikat yang semu
"Aduhai harga diri ! Mengapa engkau terlalu lama mengambil jeda waktu ?". Dia pun menjawab, "Bisa kah engkau membagi kemunafikan yang telah menjadi satu ?". Waktu pun hanya berjalan tanpa memberi uang saku.

Kita berjuang demi kedamaian tanpa modal moral yang pasti, sudah sepatutnya kita mawas diri agar kedamaian cepat terealisasi. Harus kah bumi berguncang, harus kah lautan menyapa badai agar kita sadar diri? Ku harap engkau mengerti.


Wahai pemuja HAM ! Dimana kalian berada ketika pembantaian terjadi dimana-mana? Apakah kalian mencari kasus hanya untuk menaikan popularitas atau kah kalian tidak mempunyai nyali untuk membela muslim yang tertindas diberbagai negara? Padahal kasus ini sangat cocok untuk menaikan popularitas kalian walaupun sekadar. Ku rasa kalian paham !.

Kedamaian yang tergadaikan gengsi hanya membuat penderitaan. Oh waktu yang berjalan, engkau hanya memberi penyesalan untuk pembelajaran. Kedamaian kian terkikis dalam kenyataan, sudi kah kita berpegangan tangan untuk persatuan demi terciptanya kedamaian? Ku harap kalian tidak saling menyudutkan pandangan.

Jangan biarkan kedamaian hanya sebatas angan !
Hikam Fajri ®
Hikam Fajri ® Gue Hikam Fajri orangnye suka ngopi. Hehe... Jika ada pertanyaan, kritik, atau saran bisa langsung hubungin gue ke alamat Email [email protected]

Posting Komentar untuk "Sajak : Kedamaian"

Berlangganan via Email

close
close
Getfile