Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SYARIAT ISLAM MASUK AKAL ?

 
Gambar dari Pixabay

Penulis : Hikam Fajri


Di zaman serba modern seperti sekarang ini liberalisme dan sekulerisme dalam beragama kian banyak bermunculan dikalangan masyarakat khususnya dalam agama Islam.

Pemahaman yang menyimpang dari kaidah (syariat) Islam terus bertambah dari hari ke hari yang menyebabkan banyak muslim yang mulai bertanya-tanya tentang kebenaran agamanya sendiri. Mereka membuat pemahaman ajaran Islam seolah bertolak belakang dengan akal.

Kadang ada orang bertanya bukan untuk mencari kebenaran, melainkan untuk mendangkalkan akidah, "Kenapa kita tidak boleh bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram, padahal kita sering berinteraksi dalam hidup dengan siapa pun ? Bukan kah itu menyulitkan ?", dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang lain yang harus dijawab dengan menggunakan akal bukan dalil.

Bagi sebagian orang yang berpaham liberal dalil merupakan doktrinasi yang mengekang kebebasan berpikir, sehingga mereka berpikir terlalu jauh yang menyebabkan sedikit berbuat kebaikan.


Mereka yang dalam hatinya masih terduduk ragu, bahwa tuhan itu nyata, kini tengah menghadapi kebingungan yang luar biasa.

Mereka yang masih menuhankan akal dan ilmu pengetahuan, kini tengah berada di persimpangan jalan, sebab di tangannya tak ada pedoman.


Dunia, saat ini, sedang diguncang, sedang dihantam, sedang diuji, agar nampak siapa yang masih menyimpan iman dalam hati.


Bukankah ada yang mengatakan wanita-wanita muslimah yang memakai niqab adalah bentuk diskriminasi agama terhadap perempuan?


Bukankah ada yang memandang kolot orang-orang yang menolak berjabat tangan dengan lawan jenis?


Bukankah ada yang merasa ketakutan ketika dalam keramaian orang berteriak: Allahu Akbar?


Bukankah ada yang berpikir bahwa mencuci kaki dan tangan untuk melakukan ibadah yang dilakukan lima kali sehari adalah hal yang sia-sia?


Manusia tetap saja tak mengerti, tak mau mengerti. Hingga Allah hadirkan corona. Agar manusia kembali merenung dan membaca. Tak lama, dunia berubah dalam sekejap mata.


Memakai masker, menutup sebagian wajah adalah bentuk penjagaan diri.


Tidak menyentuh dan berjabat tangan dengan orang lain adalah upaya agar diri tetap merasa aman.


Melihat dan mendengar orang lain batuk dan bersin tanpa menutupnya, lebih ditakuti daripada orang yang bertakbir mengagungkan tuhannya.


Dan sering-sering mencuci tangan adalah sebuah keharusan.


Kita tak pernah tahu kapan cerita ini akan berakhir, kapan keresahan ini akan berhenti bergulir, dan kapan iman ini akan terus berjalan terombang-ambing. Yang pasti, memulai dan mengakhiri, adalah hal yang begitu mudah bagi Allah.


Bukankah kian hari kian terasa dekat tanda-tanda-Nya?


Mengetahui ini, sepatutnya membuat kita merenung dan berpikir: Barangkali, hari itu sudah tidak lama lagi. (Sumber : Zaujah Manoppo)


Akhir kata saya ingin mengatakan, "Syariat Islam yang tidak masuk akal akan terealisasi di waktu yang telah ditetapkan".

Hikam Fajri ®
Hikam Fajri ® Gue Hikam Fajri orangnye suka ngopi. Hehe... Jika ada pertanyaan, kritik, atau saran bisa langsung hubungin gue ke alamat Email [email protected]

Posting Komentar untuk "SYARIAT ISLAM MASUK AKAL ?"

Berlangganan via Email

close
close
Getfile