Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Depresi Dalam Pandangan Islam

Depresi memiliki arti sebagai gangguan jiwa pada seseorang, dimana adanya perubahan pada perasaan positif ke negatif. Perasaan negatif tersebut seperti perasaan sedih, muram, galau, was-was, hingga merasa tertekan.


Depresi dan stress merupakan dua hal yang hampir bisa dikatakan sama. Namun, stress lebih ditujukan kepada adanya gangguan bagian pada tubuh. Stres lebih dekat dengan arti tidak dapat mengatasi masalah yang sedang dihadapi. Seperti, perasaan stress ketika baru saja ditinggalkan orang tercinta (meninggal dunia), stress karena gagal diet, metabolisme yang tidak lancar. Pokoknya stres lebih mengarah pada fungsi jasmani seseorang.


Sedangkan, jika bagian yang terganggu adalah jiwa seseorang seperti ada perasaan sedih yang sangat mendalam, perasaan tertekan, hingga ingin melakukan bunuh diri, maka hal ini lebih pantas disebut sebagai depresi.


Depresi Dalam Pandangan Islam

Depresi Dalam Pandangan Islam



Ketika teman-teman sudah paham perbedaan antara stres dan depresi, maka mari kita kupas depresi dalam pandangan Islam.

Dalam DSM V, sebuah buku untuk mengklasifikasi gangguan mental yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association, menyatakan bahwa depresi merupakan mood disorder (gangguan suasana hati). Seseorang dapat dinyatakan mengalami gangguan ini apabila individu tersebut setidaknya dalam dua minggu terakhir mengalami lima atau lebih kondisi berikut ini:

1)    Adanya perubahan nafsu makan/berat badannya

2)    Gangguan tidur

3)    Adanya perubahan pada aktivitas psikomotor

4)    Muncul perasaan berharga/perasaan bersalah

5)    Kesulitan dalam berpikir

6)    Kesulitan dalam berkonsentrasi dan kesulitan dalam membuat keputusan

7)    Menurunnya semangat atau energi yang menyebabkan mudah lelah

8)    Munculnya pikiran/ide untuk bunuh diri dan keinginan untuk mati


Secara umum saat membahas mengenai gangguan mental tidak ada sebab utama atau sebab pasti yang mengakibatkan gangguan mental dapat terjadi. Ada banyak faktor yang bisa memicu terjadinya depresi.

Pada depresi terdapat faktor-faktor resiko yang meningkatkan terjadinya depresi yaitu kejadian traumatis seperti pernah mengalami pelecehan seksual, bullying, kematian orang terdekat hingga menyebabkan kesedihan yang berlarut-larut dan semakin dalam. 

Kemudian, bisa juga terjadi karena pertengkaran dalam hubungan, kekerasan, genetika (ketika orangtua mempunyai riwayat depresi, sehingga dapat menyebabkan kecenderungan untuk depresi) serta penyalahgunaan obat-obatan terlarang seperti narkoba, mengkonsumsi alkohol.


Depresi dalam pandangan Islam sudah mengupas hal ini. Di mana telah disebutkan bahwa depresi yang dialami manusia, ada pada Surah Az-zukhruf Ayat 68:

“Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati.”

Sudut pandang psikologi Islam segala pusat kendali dari perasaan atau kontrol diri terletak pada hati (qolbu).

Depresi jika dilihat dari perspektif psikologi Islam pasti ada andil karena lemahnya iman. Karena pada dasarnya bahwa semua pusat kendali ada di qolbu, di mana menitikberatkan hubungan kita dengan Allah sebagai pencipta agar tidak depresi lagi.

Kesedihan merupakan sesuatu yang disukai setan, karena melalui kesedihan setan bisa membuat ragu manusia akan kasih sayang Allah. Setan membisik-bisikkan mantra jahat agar hati manusia menjadi semakin lemah imannya.

Nah, pada kondisi depresi seperti ini penting sekali untuk kita selalu mengingat Allah dengan berzikir atau dzikrullah (mengingat Allah termaktub pada QS Ar-Ra’d 28).

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”


Selain selalu mengingat Allah, depresi dalam pandangan Islam tentu terjadi ketika kita tidak ikhlas dan ridho atas ketetapan Allah.

“......Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” - QS-Al baqarah 216.

Selalu mengingat Sang Pencipta ya Sob. Terima kasih sudah membaca Artikel tentang Depresi dalam Sudut Pandang Islam. Semoga bermanfaat!

Oleh : Reskia


Hikam Fajri ®
Hikam Fajri ® Gue Hikam Fajri orangnye suka ngopi. Hehe... Jika ada pertanyaan, kritik, atau saran bisa langsung hubungin gue ke alamat Email [email protected]

Posting Komentar untuk "Depresi Dalam Pandangan Islam"

Berlangganan via Email

close
close
Getfile