Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Guru Dan Murid Tertawa Karena Berbeda Pendapat

 

Kisah Guru Dan Murid Tertawa Karena Berbeda Pendapat

Kisah Guru Dan Murid Tertawa Karena Berbeda Pendapat - Perbedaan pendapat adalah hal yang umum terjadi dalam berinteraksi sesama manusia, namun berbeda pendapat bukan alasan kita untuk saling berjauhan apa lagi saling menyalahkan dan bertengkar yang menyebabkan perpecahan.


Oleh karena itu, izinkan saya membagikan sebuah kisah dua orang ulama yang tak asing lagi dikalangan kaum muslimin, yaitu Imam Malik dan Imam Syafi'i.


Cerita di bawah ini bisa dijadikan pelajaran bagaimana perbedaan tidak harus berurusan dengan yang benar dan salah.

Kemampuan kita untuk memahami perbedaan terkadang menjadi berkah dalam diskusi para ahli hikmat.


Imam Malik serta Imam Syafi'i:

Guru dan murid tertawa bersama karena beda pendapat tentang rezeki.


Imam Malik (Guru Imam Syafi'i) di majlis mengatakan bahwa sebenarnya rezeki datang tanpa sebab, cukup dengan tawakkal yang benar kepada Allah pasti Allah akan memberikan rezeki.


"Lakukan apa yang menjadi bagianmu, lalu biarkan Allah yang mengurus sisanya".


Sedangkan Imam Syafii( murid Imam Malik berkomentar lain), kalau bila seekor burung tidak keluar dari sangkarnya, bagaimana mungkin ia mendapat rezeki.


Guru dan murid juga berpegang teguh pada pendapat mereka.


Sampai suatu ketika Imam Syafi'i akan keluar dari gubuk, Imam Syafi'i melihat sekelompok orang sedang memetik buah anggur, beliau juga membantu mereka.


Setelah pekerjaan selesai. Imam Syafi'i dihadiahi beberapa tandan anggur sebagai gantinya. Imam Syafi'i senang, tapi bukan karena mendapat anggur, tapi pemberian itu menguatkan pendapatnya.


Jika burung tidak terbang keluar kandang, ia tidak akan mendapat makanan. Jika dia tidak membantu panen, dia tidak akan mendapatkan anggur.


Imam Syafi'i bergegas menemui Imam Malik, gurunya. Memberikan hadiah anggur kepada gurunya, dia berkata:


"Jika saya tidak meninggalkan gubuk dan melakukan sesuatu (untuk membantu panen), tentu saja anggur ini tidak akan pernah sampai ke tangan saya."


Mendengar hal itu, Imam Malik tersenyum, mengambil anggur dan mencicipinya. Imam Malik berkata:


“Hari ini saya tidak keluar dari gubuk, hanya mengambil tugas saya sebagai guru, dan sedikit memikirkan betapa bagusnya jika di hari yang panas ini saya dapat menikmati anggur. Tiba-tiba Anda datang membawakan saya beberapa tandan anggur.


Bukankah ini juga bagian dari rezeki yang datang tanpa sebab. Cukup dengan hak tawakkal kepada Allah pasti Allah akan memberikan rezeki, kerjakan apa yang menjadi bagian dari kamu, kemudian biarlah Allah mengurus perkara yang lain. "


Lalu mereka tertawa.


Kedua imam besar itu mengambil dua hukum berbeda dari hadits yang sama. Begitulah cara para ulama melihat perbedaan, bukan dengan menyalahkan orang lain dan hanya membenarkan pendapatnya sendiri.


Semoga dengan adanya kisah ini kita sebagai sesama muslim bisa saling menghargai lagi dalam menyikapi perbedaan. 


Teruslah belajar engkau akan memahami

Jangan pernah menghakimi jika engkau tidak mengetahui


Wassalam..

Hikam Fajri ®
Hikam Fajri ® Gue Hikam Fajri orangnye suka ngopi. Hehe... Jika ada pertanyaan, kritik, atau saran bisa langsung hubungin gue ke alamat Email [email protected]

Posting Komentar untuk "Kisah Guru Dan Murid Tertawa Karena Berbeda Pendapat"

Berlangganan via Email

close
close
Getfile